Bank of England

Bank of England

Diperbarui • 2019-11-11

Kebanyakan trader menghindar jika akan ada berita besar dan itu adalah suatu hal yang wajar. Keberadaan berita besar seperti kebijakan moneter dan beberapa data ekonomi yang sedang diperhatikan pasar dapat membuat harga dipasar mempunyai fluktuasi yang tinggi baik naik atau turun. Strategi trading bagi kebanyakan trader adalah mengambil open position setelah berita atau data ekonomi dirilis , tetapi ada juga trader yang memutuskan dengan open position menggunakan pending Buy Stop dan Sell Stop. Kedua teknik ini memang mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing, tetapi jangan pernah melupakan stoploss saat kita bertransaksi, karena jaminan modal kita tidak habis adalah Stop loss.

Dari kebijakan moneter The Fed terakhir, terlihat adanya nada hawkish dari Janet Yellen pada sector tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di tahun 2018. Walaupun The Fed memang masih mengakui bahwa laju tingkat inflasi, masih berada pada kisaran dibawah 2%, tetapi kedepannya angka inflasi ini dapat mencapai diatas target yang telah dimandatkan oleh kongres Amerika Serikat. Pelaku pasar tentunya melihat ini sebagai suatu signal, bahwa The Fed akan menaikan suku bunga dengan cepat di tahun ini dengan peluang kenaikan, pada bulan maret 2018. Keadaan ini tentunya memicu jatuhnya indeks Dow Jones lebih dari 1000 point dan akan terus berlanjut pada masa yang akan datang dan memberikan peluang bagi penguatan mata uang dan obligasi Amerika.

Dengan melihat fenomena yang ada maka ini akan menjadi suatu pola bagi bank sentral dinegara manapun di dunia, bahwa kenaikan inflasi dan rendahnya tingkat pengangguran yang didukung oleh kenaikan pendapatan upah per jam dari pekerja , akan berakhir pada kenaikan suku bunga dikemudian hari. Kamis 8 febuari 2018 pukul 19.00 wib, Bank of England akan merilis kebijakan moneter nya dimana kita sudah mengetahui bahwa bank sentral ini telah menaikan suku bunganya dari 0,25% menjadi 0,50% pada tanggal 7 november 2017 guna menurunkan inflasi menjadi 2% . Data ekonomi inggris saat ini menunjukan bahwa laju tingkat inflasi sudah mencapai 3%, dimana ini sudah berada diatas target yang diinginkan oleh bank sentral yaitu 2%, dengan tingkat pengangguran yang tidak terlalu tinggi yaitu 4,3%. 

Secara umum memang kita melihat ada banyak sekali kendala bagi penguatan mata uang poundsterling, terutama karena masalah geopolitik yang berhubungan dengan Brexit, tetapi kita juga sudah mengetahui bahwa pembicaraan keluarnya inggris dari uni eropa ternyata tidak menghasilkan suatu benturan yang keras seperti yang diperkirakan oleh banyak analis dunia, sehingga secara umum perdana menteri inggris dapat melewati tahap demi tahap persetujuan pelepasan inggris dari kawasan eropa. Keberadaan ini, tentunya membuat Inggris mulai dapat menjalin kerjasama dengan negara besar lain nya didunia sebagai pasar baru yang terbuka luas, dan pada akhir januari 2018, PM Theresa May mengunjungi China guna menyepakati kerjasama pendidikan dengan nilai lebih dari Rp. 10 Trilliun.

Terbukanya pasar baru serta pertumbuhan ekonomi yang baik akan memicu tingginya laju tingkat inflasi dikemudian hari, sehingga pembuat kebijakan moneter bank sentral tentu akan  menarik kembali likuidasi yang terjadi pasar dengan cara menaikan suku bunganya.  Kemungkinan ini dapat saja terjadi pada saat BoE mengadakan rapat kebijakan moneter pada hari kamis ini.

Disisi lain kenaikan suku bunga tentunya akan membebani pengeluaran rumah tangga dan pembelanjaan di bidang industry sehingga dapat menyumbang perlambatan inflasi global yang tengah di percepat oleh berbagai negara, agar pertumbuhan ekonomi global mencapai 2,9% ditahun 2018 ini. Banyak analis dan ekonom dunia memprediksi bahwa bank sentral inggris tidak akan menaikan suku bunga pada bulan febuari 2018, tetapi dengan data yang ada, dapat memberikan peluang bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan secara agresif oleh BoE guna mengendalikan inflasi yang terjadi di Inggris.

GBPUSD akan naik ke level 1.4100 – 1.4150 jika BoE menaikan suku bunga atau mempunyai kebijakan moneter yang agresif dalam kenaikan suku bunga di tahun 2018 ini.

Level koreksi pair ini akan dapat mencapai 1. 3720 an jika BoE tidak menaikan suku bunga dan bernadakan dovish untuk pertumbuhan ekonominya dalam beberapa waktu kedepan.

Menyerupai

Pelemahan GBPUSD Dapat Berlanjut
Pelemahan GBPUSD Dapat Berlanjut

Pelemahan pair GBPUSD dapat berlanjut setelah rantai makanan cepat saji Nando’s menutup sementara 40 gerainya di Inggris…

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera